Loading...
Direktur Utama
"Direksi merumuskan arah strategis dan kebijakan utama Perseroan untuk tahun 2025 dengan berlandaskan pada visi dan misi, serta didukung oleh kajian komprehensif terhadap dinamika industri, profil risiko, dan peluang pasar."
Di tahun buku 2025, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk berada pada posisi yang solid dengan kinerja usaha yang tetap terjaga. Konsistensi dalam menjalankan strategi, disiplin operasional, serta pengelolaan keuangan yang berimbang memungkinkan Perseroan menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan lanskap industri. Direksi meyakini bahwa arah kebijakan dan kapabilitas yang dimiliki Perseroan menjadi modal utama untuk memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan usaha ke depan.
Laporan ini disusun sebagai sarana komunikasi strategis kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan, yang memuat penjelasan menyeluruh atas perjalanan usaha Perseroan sepanjang tahun 2025. Informasi yang disajikan mencerminkan dinamika lingkungan usaha, respons manajemen, serta capaian kinerja yang telah diraih dalam periode pelaporan, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagaimana dikutip dari buku Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang bertajuk Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan, menjelaskan bahwa, perekonomian global berada dalam fase perlambatan yang tidak merata antar negara dan kawasan. Pertumbuhan ekonomi dunia cenderung tertahan, terutama dipengaruhi oleh kinerja negara maju yang melemah, sementara negara berkembang relatif menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Dalam paparan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan berada di kisaran ±3,0%, mencerminkan tekanan berlanjut dari kebijakan moneter ketat, fragmentasi geopolitik, serta normalisasi aktivitas ekonomi pascapandemi yang belum sepenuhnya merata.
Sementara itu, di tengah perlambatan global, Bank Indonesia mencatat bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan berada pada kisaran 4,7%–5,5%, didukung oleh permintaan domestik yang tetap solid serta bauran kebijakan yang konsisten antara pemerintah dan Bank Indonesia.
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, seiring terjaganya daya beli masyarakat dan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik. Selain itu, investasi menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh perbaikan iklim usaha, pembangunan infrastruktur, serta berlanjutnya realisasi investasi, termasuk pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Dari sisi inflasi, Bank Indonesia memproyeksikan tingkat inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5% ±1%, mencerminkan keberhasilan pengendalian harga melalui sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan pengendalian inflasi pusat dan daerah. Inflasi inti yang terjaga serta inflasi pangan yang terkendali memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi makro yang berkelanjutan.
Kinerja Perseroan tahun 2025 tak lepas dari tantangan unik yang bersumber dari tekanan ekonomi makro. Pada tahun 2025, data Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia juga cenderung menurun. Penurunan indeks ini juga disebabkan tekanan ketersediaan Pekerjaan pada masyarakat yang cenderung menurun. Meskipun cenderung menurun pada awal tahun, nilai indeks kembali naik pada bulan oktober 2025. Naiknya Indeks Keyakinan Konsumen menjelang akhir tahun 2025 menandakan bahwa masyakarat masih optimis dan perlambatan ini bersifat hanya sementara dan akan membaik memasuki tahun 2026.
Pada perspektif global, kondisi Perseroan juga terdampak pada kondisi geopolitik yang tidak stabil pada tahun 2025. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga, nilai tukar rupiah dan biaya logistik internasional. Secara tidak langsung kondisi geopolitik yang memanas akan memicu ketidakpastian di pasar dan menyebabkan beberapa pasar tujuan menjadi lebih defensif dan menjaga arus kas masing-masing.
Dinamika pasar secara umum berdampak pada perlambatan belanja rumah tangga, khususnya pada kategori non-esensial, serta meningkatkan tekanan pada segmen menengah ke bawah. Di sisi lain, segmen ekspor juga menghadapi berbagai tantangan. Namun demikian, melalui normalisasi dan penyesuaian strategi, kinerja ekspor Perseroan tetap terjaga secara solid sepanjang tahun 2025.
Tekanan pasar tersebut dimitigasi oleh Sido Muncul melalui perluasan jaringan distribusi produk serta percepatan digitalisasi rantai pasok Perseroan. Inisiatif efisiensi biaya terus diperkuat melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan, penyederhanaan serta digitalisasi proses bisnis, dan modernisasi mesin produksi yang berkontribusi pada penurunan biaya produksi sekaligus peningkatan kualitas produk.
Stabilitas harga bahan baku berhasil dijaga oleh Perseroan berkat kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan petani lokal. Meskipun kondisi pasar secara umum mengalami kontraksi, pangsa pasar produk unggulan Perseroan, Tolak Angin, tetap berada pada posisi dominan dengan capaian 72%. Hal ini menegaskan bahwa di tengah perlambatan industri, kekuatan merek Sido Muncul tetap kokoh sebagai top of mind di benak konsumen.
Direksi merumuskan arah strategis dan kebijakan utama Perseroan untuk tahun 2025 dengan berlandaskan pada visi dan misi, serta didukung oleh kajian komprehensif terhadap dinamika industri, profil risiko, dan peluang pasar. Perumusan strategi tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai produsen herbal terdepan di Indonesia.
Strategi dan kebijakan strategi yang dilakukan Sido Muncul di tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Seluruh inisiatif di atas dirancang untuk bersinergi demi pertumbuhan yang berkesinambungan. Direksi menyadari bahwa tahun 2025 menghadirkan tantangan tersendiri, di mana tekanan pasar domestik menciptakan dinamika yang fluktuatif. Namun demikian, Direksi senantiasa mengevaluasi setiap inisiatif strategis dan perkembangannya sehingga dapat selalu adaptif dan optimis bahwa strategi yang diterapkan tetap relevan dan membawa Perseroan mencatatkan kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Perumusan strategi dan kebijakan strategis 2025 dilakukan secara kolektif dan komprehensif, yang kemudian diformalkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Sebagai langkah awal, Direksi menetapkan Strategic Directives yang berfungsi sebagai pedoman utama untuk menyelaraskan visi dan arah pengembangan Perseroan. Dalam menyusun arahan ini, Direksi meninjau kondisi eksternal dan internal secara mendalam agar strategi yang dihasilkan relevan dan adaptif terhadap dinamika industri.
Pedoman tersebut kemudian diterjemahkan secara taktis oleh setiap divisi dan ditinjau secara berkala. Direksi akan memvalidasi seluruh rangkaian proses untuk menjamin bahwa Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis sesuai dengan arah Perseroan ke depannya dan dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Direksi mejalankan operasional dengan menjunjung tata kelola yang baik. Direksi memastikan setiap fungsi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan pedoman kerja yang dimiliki. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan rencana dan langkah strategis yang direncanakan, diimplementasikan dengan baik. Evaluasi secara umum dilakukan dalam rapat rutin internal bersama dengan Dewan Komisaris. Pada tahun 2025 evaluasi dan rapat rutin dilaksanakan sebanyak 12 kali.
Pada saat evaluasi, masing-masing direktur dan unit terkait akan memaparkan laporan pelaksanaan dan pencapaian yang telah dilakukan. Melalui pemaparan tersebut evaluasi dilakukan dan Dewan Komisaris serta Direksi dapat saling memberikan masukan dan rekomendasi atas pencapaian kinerja pada tahun berjalan. Periodisasi pelaksanaan rapat ini sangat penting untuk menjamin bahwa progress implementasi rencana strategis perusahaan berada pada tahapan dan alur yang sesuai dengan strategi besar Perusahaan.
Selain evaluasi dalam rapat, setiap individu memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang akan menjadi pedoman dan alat bantu untuk menjaga kinerja setiap insan Perseroan untuk bekerja secara baik. KPI dari setiap personel kunci akan disetujui oleh Direksi dan dievaluasi setiap semester. Pada tahun 2025 seluruh personel Perseroan telah menjalani evaluasi KPI.
Memasuki tahun 2025 Sido Muncul memproyeksikan pertumbuhan double-digit, didukung oleh pertumbuhan momentum yang baik di tahun 2024. Namun realisasi pencapaian pada semester 1 menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dari target yang telah ditetapkan. Oleh karena hal tersebut, Direksi melakukan normalisasi terhadap target ke 5% dan mengimplementasikan strategi penjualan yang memberikan insentif terhadap pelanggan akhir untuk meremediasi tekanan yang diamati oleh Perseroan pada pasar. Normalisasi target ini bukan merefleksikan nilai brand yang melemah, melainkan gejolak pada pasar yang disebabkan tekanan makro ekonomi dan transisi kebijakan ekonomi maupun politik domestik.
Tolak Angin sebagai produk unggulan tetap menjadi pemimpin dalam pasar, Kuku Bima Ener-G juga tetap menjadi salah satu pemimpin dalam pasar minuman energi dalam format serbuk. Di sepanjang tahun 2025, Perseroan juga merilis 8 produk baru yang lahir dengan dukungan inovasi terbaik dalam rangka menjawab tantangan pasar. Ke-8 Produk baru tersebut yaitu Sido Muncul Softcapsule Vitamin D3 + K2, Tentrem Teh Tarik, Anak Sehat Susu Strawberry, Anak Sehat Susu Anggur, Sido Muncul Natural Sari Daun Salam, Sido Muncul Natural Mahoni, Sido Muncul Vitamin C+Collagen, Sido Muncul Natural Kidnera.
Dengan mempertimbangkan kondisi internal, kondisi makro, dan proyeksi pasar, Sido Muncul telah merancang target rencana bisnis dari beberapa komponen substansial sebagai tolak ukur dalam menilai kinerja Perseroan. Manajemen menilai bahwa Sido Muncul telah berhasil mengarungi tahun 2025 dengan hasil yang baik. Perbandingan antara rencana dan realisasi adalah sebagai berikut:
Tabel Perbandingan antara Target dan Realisasi Tahun 2025
| Uraian | Realisasi 2025 (Rp-Juta) | Target 2025 (Rp-Juta) | Pencapaian Realisasi terhadap Target 2025 (%) |
| Penjualan | 4.079.659 | 4.115.038 | 99% |
| Laba Tahun Berjalan | 1.229.202 | 1.229.577 | 100% |
Secara umum, kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif. Hal tersebut tercermin dari total penjualan yang terealisasi sebesar Rp4,08 triliun, atau mencapai 99% terhadap target sebesar Rp4,12 triliun. Hal ini didukung oleh kontribusi oleh segmen herbal dan suplemen yang dominan serta pertumbuhan yang sangat baik dari segmen makanan dan minuman. Selain itu, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp1,23 triliun atau mencapai 100% terhadap target laba tahun berjalan sebesar Rp1,23 triliun, hal ini dikarenakan disiplin biaya operasional yang baik oleh Perusahaan sehingga setiap pengeluaran mendapatkan hasil balik yang maksimal terhadap penjualan dan laba bersih Perusahaan.
Dari aspek struktur modal, total aset Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,68 triliun Hal ini didorong oleh penurunan kas dan sejenis kas atas keputusan alokasi modal yang strategis. Pada tahun 2025 Perseroan membagikan dividen interim setara dengan Rp 22/lembar saham atau Rp 648 miliar. Selain itu, Perseroan membeli saham treasuri sebesar Rp 299,62 miliar. Selanjutnya, Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun 2025 terealisasi sebesar Rp561,44 miliar hal ini didorong oleh kenaikan utang usaha akibat kenaikan pembelian kepada pemasok di akhir 2025 dan kenaikan utang pajak. Adapun ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,12 triliun pada tahun 2025, penurunan ini didorong oleh pembelian saham treasuri.
Gejolak geopolitik yang terjadi di tahun 2025 menyebabkan banyak negara mengambil kebijakan yang lebih protektif. Hal ini termasuk juga dengan kebijakan tarif yang menyebabkan aksi saling balas antar negara, kebijakan moneter dari Amerika maupun Jepang yang menciptakan nilai tarik pasar ke negara masing-masing. Hal ini menyebabkan proyeksi pertumbuhan Indonesia tidak dapat agresif seperti target Pemerintah. Akibatnya, masih terdapat tekanan daya beli pada masyarakat yang akan berdampak pada kinerja Perseroan.
Direksi menyadari akan hal ini dan menerapkan langkah mitigasi dengan menyesuaikan strategi promosi dan insentif yang akan menciptakan permintaan pada pasar. Selain itu Direksi juga memfokuskan perluasan distribusi baik domestik maupun internasional dan fokus pada inovasi produk baru untuk memberikan produk berkualitas yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat di segmen kesehatan, kecantikan, dan makanan & minuman. Melalui usaha ini, Perseroan dapat tetap bertumbuh cukup baik di tengah tantangan domestik maupun internasional.
Memasuki tahun 2026, Perseroan memandang lanskap bisnis dengan optimisme yang terukur. Manajemen menilai bahwa perbaikan kondisi ekonomi pada tahun 2026 berpotensi mendorong pemulihan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Dengan bertumpu pada kapabilitas inovasi, kualitas produk yang terjaga, fundamental usaha yang solid, serta efisiensi operasional yang tercermin dalam kinerja tahun 2025, Sido Muncul berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase percepatan pertumbuhan sekaligus memperkokoh daya saing usaha.
Optimisme Perseroan terhadap prospek tahun 2026 bertumpu pada sejumlah faktor fundamental, khususnya pemulihan daya beli masyarakat dan proses normalisasi pasar domestik. Perseroan memproyeksikan stabilitas ekonomi yang semakin terjaga, sejalan dengan tingkat inflasi yang terkendali sepanjang tahun 2025. Dalam periode tersebut, Bank Indonesia secara bertahap menurunkan suku bunga acuan dari 6,00% menjadi 4,75% sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat aktivitas belanja domestik, serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi pada kisaran 2,5%.
Perbaikan kondisi makroekonomi tersebut diperkirakan akan mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat yang berdampak positif terhadap peningkatan volume penjualan Perseroan. Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Perseroan akan memfokuskan strategi pada penguatan jaringan distribusi dan peningkatan ketersediaan produk secara nasional, khususnya di wilayah di luar Pulau Jawa yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan.
Dengan bertumpu pada kinerja segmen ekspor dan domestik, inovasi dan efisiensi, Perseroan memproyeksikan pertumbuhan moderat 8% pada penjualan maupun laba bersih pada tahun 2026. Pertumbuhan moderat ini menandakan bahwa Perseroan tetap optimis namun waspada terhadap risiko ataupun gejolak yang dapat terjadi pada pasar sewaktu – waktu, dipicu terutama oleh kebijakan perdagangan dan ketahanan ekonomi domestik.
Pada pasar internasional, pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan kontribusi dari negara-negara fokus seperti Nigeria, Malaysia, dan Filipina, serta penguatan penetrasi dan jaringan distribusi di negara-negara non fokus lainnya. Sejalan dengan strategi tersebut, Perseroan juga menargetkan perluasan portofolio produk di seluruh pasar ekspor guna memperkenalkan lebih banyak produk herbal dan kesehatan berpotensi tinggi yang disesuaikan dengan karakteristik dan preferensi masing-masing negara tujuan.
Di pasar domestik maupun internasional, Perseroan menempatkan inovasi produk sebagai penggerak utama dalam memperluas basis konsumen, dengan penekanan khusus pada segmen generasi muda dan peningkatan kesadaran terhadap gaya hidup sehat. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada produk obat herbal, tetapi juga mencakup kategori Food & Beverages serta produk kesehatan lainnya. Efikasi dan kualitas tetap menjadi fokus utama Perseroan, yang didukung oleh pengembangan format dan desain kemasan yang lebih modern untuk menghilangkan persepsi bahwa jamu merupakan produk yang bersifat konvensional.
Fondasi Perseroan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tetap terjaga dengan kuat, didukung oleh komitmen yang melampaui sekadar pemenuhan regulasi (beyond regulation). Pendekatan tersebut tercermin dari berbagai penghargaan bergengsi yang diraih pada tahun 2025. Memasuki tahun 2026, Perseroan menargetkan peningkatan porsi pemanfaatan energi terbarukan dalam proses produksi, pengelolaan limbah yang semakin efisien, serta penguatan kemitraan dengan lebih dari 4.000 petani rempah binaan guna menjaga efisiensi biaya, stabilitas harga bahan baku, dan keberlanjutan pasokan.
Melalui pelaksanaan seluruh inisiatif tersebut, Perseroan berada pada posisi yang solid untuk bertumbuh secara adaptif terhadap dinamika pasar. Perseroan meyakini kemampuannya untuk memperluas jangkauan pemasaran produk, baik di pasar domestik maupun internasional, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di sepanjang tahun 2025, Direksi Perseroan secara konsisten melanjutkan dan memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) di seluruh aktivitas operasional Perseroan. Penerapan GCG dilakukan sebagai landasan dalam mendukung kinerja bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing Perseroan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam implementasinya, Direksi tetap berkomitmen untuk menerapkan GCG dengan mengacu pada Pedoman Umum Tata Kelola Perusahaan Indonesia (PUGKI), sehingga tata kelola Perseroan berorientasi pada pemenuhan prinsip perilaku beretika akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan. Penerapan prinsip-prinsip tersebut diintegrasikan dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan.
Selain itu, Perseroan juga melanjutkan penerapan kerangka ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebagai salah satu acuan dalam penguatan sistem tata kelola perusahaan. Penerapan ACGS digunakan sebagai kerangka evaluatif untuk memastikan bahwa praktik tata kelola Perseroan telah dilaksanakan. Direksi meyakini bahwa penerapan tata kelola yang baik akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha Perseroan di masa mendatang, serta mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan.
Berdasarkan ACGS Individual Company Report terakhir dengan cut-off date 30 Juni 2024 yang diumumkan pada tanggal 7 Oktober 2025, Perseroan memperoleh total skor sebesar 89,46, menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil assessment sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan penguatan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, khususnya pada aspek perlindungan hak pemegang saham, keterbukaan dan transparansi, keberlanjutan, serta peran dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris, serta menunjukkan tren perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan GCG, yang tercermin dari meningkatnya tingkat pemenuhan terhadap indikator-indikator ACGS serta kualitas pengungkapan informasi publik.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus melakukan penguatan penerapan GCG dengan memperhatikan hasil assessment ACGS tersebut, termasuk melalui penyempurnaan kebijakan dan praktik tata kelola, penguatan fungsi pengawasan, serta peningkatan kualitas keterbukaan informasi. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penerapan GCG secara berkelanjutan agar selaras dengan perkembangan praktik terbaik tata kelola perusahaan dan ekspektasi para pemangku kepentingan.
Sementara itu, di sepanjang tahun 2025 sistem manajemen risiko Perseroan juga telah berjalan dengan efektif dan efisien. Direksi bersama Dewan Komisaris telah melakukan manajemen terhadap risiko yang memiliki potensi dampak negatif terhadap kinerja Perseroan. Lebih lanjut, Direksi juga telah menyusun langkah strategis sebagai bentuk mitigasi atas risiko Perseroan. Direksi menjamin seluruh aktivitas operasional yang dijalankan telah sesuai dengan sistem dan standar keamanan yang telah ditentukan serta dijalankan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Di sisi lain, Direksi menilai bahwa implementasi Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) telah berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Sistem ini disediakan sebagai sarana bagi pemangku kepentingan untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perseroan secara aman dan bertanggung jawab.
Sepanjang tahun 2025 Perseroan menerima 8 (delapan) pengaduan melalui kanal WBS. Seluruh pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku secara proporsional dan tepat waktu serta tidak terdapat pengaduan yang bersifat material, yang berdampak signifikan terhadap aspek keuangan, hukum, operasional, maupun reputasi Perseroan.
Sebagai catatan, dalam menjalankan tugasnya, Direksi dibantu oleh Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal. Di tahun 2025, organ pendukung di bawah Direksi telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Di sepanjang tahun 2025, susunan dan komposisi Direksi Sido Muncul mengalami perubahan. Perseroan melaksanakan perubahan komposisi Direksi melalui pengangkatan Ibu Maria Reviani sebagai Direktur berdasarkan keputusan RUPS Tahunan tanggal 2 Mei 2025 sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 2. Pengangkatan tersebut mengubah komposisi Direksi Perseroan yang sebelumnya terdiri dari 4 (empat) Direktur seluruhnya laki-laki menjadi 5 (lima) Direktur dimana Ibu Maria merupakan perempuan satu-satunya yang menjabat sebagai direktur di PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Perubahan komposisi Direksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis Perseroan, penguatan fungsi pengurusan, serta kesinambungan kepemimpinan dalam mendukung pencapaian tujuan dan strategi jangka panjang Perseroan.
Pengangkatan Direktur perempuan tersebut sejalan dengan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, khususnya terkait keberagaman dalam komposisi Direksi sebagai nilai tambah yang memperkaya perspektif dalam proses pengambilan keputusan strategis, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan kepentingan terbaik Perseroan. Praktik keberagaman, termasuk keterwakilan gender, merupakan bagian dari praktik terbaik tata kelola yang direkomendasikan OECD, serta memenuhi kerangka penilaian tata kelola perusahaan pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Selain itu pada tingkat nasional, komitmen keberagaman gender dalam kepemimpinan juga selaras dengan upaya peningkatan kualitas tata kelola yang didorong oleh Bursa Efek Indonesia, dan Indonesia Business Coalition for Women’s Empowerment (IBCWE), yang mendorong peningkatan peran perempuan dalam struktur kepemimpinan perusahaan sebagai bagian dari praktik tata kelola.
Pengangkatan anggota Direksi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip meritokrasi, profesionalisme, integritas, serta kesesuaian kompetensi dan pengalaman dengan kebutuhan Perseroan.
Berdasarkan perubahan komposisi tersebut, maka susunan Direksi Sido Muncul saat ini, sebagai berikut:
| No | Nama | Jabatan |
| 1 | David Hidayat | Direktur Utama |
| 2 | Irwan Hidayat | Direktur |
| 3 | Maria Reviani | Direktur |
| 4 | Budiyanto | Directur |
| 5 | Darmadji Sidik | Directur |
Segenap jajaran Direksi berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik demi kepentingan pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya.
Atas capaian kinerja Sido Muncul sepanjang tahun berjalan, Direksi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi secara optimal. Direksi mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang senantiasa diberikan kepada Perseroan.
Direksi juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Komisaris atas peran pengawasan, arahan, dan nasihat yang konstruktif, sehingga pengelolaan Perseroan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan selaras dengan tujuan strategis. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan Sido Muncul atas dedikasi, profesionalisme, dan semangat kebersamaan yang tinggi, yang menjadi faktor utama dalam pencapaian kinerja optimal pada tahun 2025. Direksi berharap capaian positif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.